Saya, Anda, Kami, Kita Adalah Penting Untuk Profesi Pilot (Ikatan Pilot Indonesia)

Pernahkah kita menyadari arti penting seorang pilot? Siapa sih pilot itu? Apa sih pilot itu? Dan masih akan banyak pertanyaan lainnya seputar pilot. Sejak awal pelatihan kita menjadi pilot masih ingatkah kita jika kita ditanamkan prinsip “kemandirian” secara terus menerus? Kita harus mampu menangani semua permasalahan operasional secara mandiri, secara individu tanpa ada ketergantungan.

Sesuai berjalannya waktu kemudian kita berkembang menjadi seorang pilot professional di berbagai jenis operasi penerbangan. Setiap dari kita pasti setuju bahwa seorang professional itu pasti akan loyal. Karena berbeda antara professional dan loyalis, seorang professional pasti akan loyal karena kemampuan dan integritasnya sementara seorang loyalis belum tentu dia professional karena dia harus loyal hanya untuk kelangsungan profesinya.

Sering diantara kita berkata jika pilot harus loyal kepada profesinya. Kemudian apa bentuk dari loyalitas kita terhadap profesi pilot ini? Apakah hanya dengan bekerja sesuai dengan SOP saja sudah cukup menjadikan kita professional? Ternyata tidak. Jika kita hanya berbuat seperti itu maka yang terjadi adalah kita tidak akan menjadi sesuatu yang berharga bagi masyarakat di sekitar kita. Ternyata ada hal lain yang harus kita perdalam dari profesi ini. Selama ini kita hanya tersenyum kecut jika banyak orang memandang kita hanya sebagai supir pesawat tanpa kita mampu menunjukkan jati diri profesi kita. Semua kompleksitas di profesi kita tidak akan dipahami oleh masyarakat umum sebagai sesuatu yang berharga karena kita belum mampu mempromosikan betapa berharganya profesi ini.

Masa depan kita semua berada di tangan kita semua. Jika berharap akan perbaikan maka perbaikan ini harus dimulai dari diri kita masing – masing, kemudian dari setiap individu disinergikan menjadi suatu kekuatan yang besar yang dapat melakukan perubahan untuk kita semua kearah yang lebih baik. Tanpa sinergi yang baik maka harapan kita akan menjadi sia – sia.

Hanya dengan sinergi kita bisa maju bersama dengan mengesampingkan batasan jabatan, pangkat, lintas perusahaan dan lintas negara. Sinergi ini yang kita butuhkan pada saat ini demi terbukanya jalan menuju penerbangan Indonesia yang lebih baik dan maju. Bukan karena saya atau anda atau kami atau kalian tetapi karena kita semua maka kita akan bisa menggapainya. Oleh karena itu ternyata “SAYA, ANDA, KAMI, KITA ADALAH PENTING UNTUK PROFESI PILOT”.

Mari kita semua bersatu padu memberikan kontribusi, karya dan sumbangsih kita sesuai kemampuan terbaik kita masing – masing untuk kemajuan profesi ini dimulai dari sekarang.

“Moving Forward”
Heri Martanto

Iklan

Himbauan Ketua Formatur “Say No To Drugs” (Ikatan Pilot Indonesia)

Ikatan Pilot Indonesia

Menyikapi berita yang berkembang akhir – akhir ini dengan masih ditemukannya pilot yang mengkonsumsi psikotropika kami dari Ikatan Pilot Indonesia perlu menyampaikan kepada rekan – rekan seprofesi hal – hal berikut ini:

  1. Dalam CASR Part 91 telah diatur bahwa :
    1. 91.17 Alcohol Or Drugs
      (a) No person may act or attempt to act as a crewmember of a civil aircraft :
      (1) Within 8 hours after consuming alcohol;
      (2) While under the influence of alcohol;
      (3) While using any drug that affects the person’s faculties in any way                        contrary to safety; or
      (4) While having 0.04 percent by weight or more alcohol in the blood.
    2. 91.19 Carriage Of Narcotic Drugs, Marihuana, And Depressant Or Stimulant Drugs Or Substances
      • (a) Except as provided in Paragraph (b) of this section, no person may operate a civil aircraft within Indonesia with knowledge that narcotic drugs, marihuana, and depressant or stimulant drugs or substances as defined by law are carried in the aircraft.
      • (b) Paragraph (a) of this section does not apply to any carriage of narcotic drugs, marihuana, and depressant or stimulant drugs or substances authorized by law or a national agency.
  2. Ikatan Pilot Indonesia menghimbau kepada semua rekan seprofesi untuk mewaspadai dan menghindari penggunaan segala jenis psikotropika yang akan membahayakan keselamatan penerbangan baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang.

“However, some drugs have the potential to significantly impair the user’s level of alertness, judgment, reaction time, or behavior, leading to transportation accidents (Avalos and others 2014; Roth and others 2014; Li, Brady, and Chen 2013)”.

Mari kita secara bersama – sama berpartisipasi secara aktif mengembangkan profesi kita yang terbebas dari psikotropika menuju masa depan penerbangan Indonesia yang lebih baik.

“SAY NO TO DRUGS”

“Moving Forward”
Ikatan Pilot Indonesia

Himbauan Ketua Formatur Terkait Kecelakaan Kalstar Aviation (Ikatan Pilot Indonesia)

Ikatan Pilot Indonesia

Sehubungan dengan kejadian pesawat Kalstar Aviation, Embraer ERJ-195, PK-KDC, Nomor Penerbangan KD-676, Rute Ende (ENE) -Kupang (KOE) yang terjadi pada hari Senin, 21 Desember 2015 di Bandara El-Tari Kupang, maka dengan ini Ikatan Pilot Indonesia menyampaikan hal – hal berikut:

  1. Rasa keprihatinan yang mendalam atas terjadinya kejadian ini.
  2. Memberikan dukungan moril bagi crew aktif dan penumpang beserta keluarganya.
  3. Menghimbau kepada seluruh rekan seprofesi pilot Indonesia untuk dapat mempercayakan sepenuhnya dan mendukung bahwa proses investigasi dilakukan secara maksimal oleh pihak KNKT.
  4. Menghimbau kepada seluruh rekan seprofesi pilot Indonesia untuk meningkatkan semua aspek “safety awareness” dan “safety alertness” dalam menjalankan tugas sebagai pilot profesional.
  5. Ikatan Pilot Indonesia berkomitmen untuk berperan serta secara aktif dalam perbaikan dunia penerbangan Indonesia.

Safe Flight

“Moving Forward”
Ikatan Pilot Indonesia

Perjuangan Untuk Profesi (Ikatan Pilot Indonesia)

Sejarah mencatat jika perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan telah menelan korban ribuan jiwa dan tidak sedikit harta benda yang harus dikorbankan. Dalam menggapai kejayaan bangsa ini pun tidak sedikit pula darah, keringat dan harta benda yang dipertaruhkan untuk mencapainya. Para pejuang bangsa tidak pernah mempertanyakan apa keuntungan yang didapat nantinya karena mereka tahu adalah suatu kewajiban membela bangsa dan negaranya.

Bercermin kepada dunia profesi kita saat ini kita harus melihat kebelakang lagi sewaktu kejayaan penerbangan Indonesia pernah terjadi. Indonesia telah menjadi pusat dari penerbangan regional di era 1960 – 1980 an dengan STPI Curug sebagai acuan sekolah penerbangan regional kemudian diikuti Garuda Indonesia sebagai the biggest airline in southern hemisphere.

Perkembangan perekonomian yang pesat berdampak baik dan sekaligus buruk dalam beberapa aspek. Salah satu dampak buruknya adalah berkurangnya kepedulian pilot terhadap profesinya sehingga saat ini kondisi kita sudah terpuruk termakan perkembangan zaman.

Jujur atau tidak banyak diantara kita sesama pilot yang sudah berada di zona nyaman hanya berusaha mempertahankan zona itu tanpa peduli lagi dengan nasib rekan seprofesinya ( bahasa zaman sekarang : “Derita Loe”), akan tetapi di saat dirinya tertimpa musibah kemudian akan menyalahkan jika tidak ada pembelaan terhadap profesinya. Ingatlah bahwa derita rekan seprofesi kita adalah kesalahan kita juga yang membiarkan hal ini terjadi. Apakah kemudian egoisme ini harus terus berlanjut? Kita bisa menjawab dengan berkaca ke diri kita masing masing. Maka dari itu marilah mulai hari ini juga kita bangkitkan semangat kebersamaan dan solidaritas sesama pilot Indonesia dimanapun berada.

Keterpurukan ini jangan terus dibiarkan. Singkirkan semua egoisme, prasangka, hujatan maupun hinaan kepada semua pihak yang terkait penerbangan karena ini adalah akibat dari kesalahan kita sendiri yang tidak peduli akan masa depan profesinya!

Demikian pula perjuangan organisasi Ikatan Pilot Indonesia yang masih baru menetas ini. Akan banyak pastinya pengorbanan yang diperlukan untuk keberhasilan ke depannya. Tidak pada tempatnya bagi kita untuk saat ini mempertanyakan apa untung ruginya dengan organisasi ini karena ini bukanlah badan usaha. Bercerminlah dengan seragam anda dan tanyakan ke diri anda sendiri “apa yang sudah saya lakukan untuk kebaikan profesi ini?”

Untuk itulah rekan – rekan seprofesi janganlah kita berhenti berjuang untuk masa depan profesi kita sendiri. Semua harus dimulai saat ini sebelum keterpurukan semakin menjadi – jadi. Berikanlah kontribusi sebesar – besarnya sesuai kemampuan kita masing – masing untuk kejayaan profesi dan penerbangan Indonesia.

“Moving Forward”
Heri Martanto

Ringkasan Untuk Pemahaman Bersama (Ikatan Pilot Indonesia)

Perkembangan dunia penerbangan Indonesia dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup drastis. Seiring dengan meningkatnya jumlah rute dan armada ini maka kebutuhan akan jumlah pilot turut menjadi meningkat secara tajam.

Hingga penghujung tahun 2015 tercatat sudah sekitar 8000 pilot aktif dan hampir 1000 pesawat tersedia untuk penerbangan sipil di Indonesia. Dengan kuantitas sebanyak ini sangat disayangkan jika Indonesia hanya menjadi obyek dari pelaku usaha penerbangan internasional.

Pemberdayaan pilot sebagai pelaku penerbangan sangatlah diperlukan untuk saat ini dan ke depannya. Potensi sumber daya manusia yang besar ini akan menjadi motor penggerak meningkatnya tingkat keselamatan penerbangan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kedirgantaraan yang berwawasan kebangsaan.

Selama ini pemberdayaan potensi pilot Indonesia masih belum bisa terwujud karena entitas ini masih berjalan sendiri – sendiri tanpa adanya suatu wadah yang memiliki “legal standing” dan mampu menaungi seluruh pilot Indonesia.

Berawal dari itikad baik dan ketulusan segenap pilot Indonesia maka terbentuklah suatu wadah perkumpulan yang disebut sebagai Solidaritas Pilot Indonesia. Kegiatan Solidaritas Pilot Indonesia telah menghasilkan kongres untuk seluruh pilot Indonesia pada 11 November 2015.

Hasil dari kongres Solidaritas Pilot Indonesia ini telah melahirkan suatu organisasi baru yang bernama Ikatan Pilot Indonesia sebagai wadah formal pilot Indonesia yang dapat menampung aspirasi seluruh pilot Indonesia baik secara individu maupun asosiasi.

Tujuan dari Ikatan Pilot Indonesia adalah meningkatkan profesionalisme dan pengembangan pengetahuan pilot Indonesia dalam dunia penerbangan, serta aktif berkontribusi bagi pengembangan dunia penerbangan.

Organisasi ini berkonsep kolektif kolegial dimana semua anggota dinyatakan sama dalam setiap pengambilan keputusan begitu juga tanggung jawabnya. Artinya bahwa anggota mempunyai porsi sama dalam menyatakan pendapat terkait organisasinya. Dengan hal ini musyawarah adalah salah satu hal yang mutlak diperlukan demi kepentingan organisasi ini. Selain musyawarah, dalam hal ini perlu juga anggota organisasi ini mempunyai ikatan emosi yang cukup kuat antar anggota. Berangkat dari hal ini peran ketua merupakan bukan hanya sebagai figur teladan dan simbol kekuasaan yang penuh, namun ketua juga dikatakan sama dengan anggota lainnya hanya saja berbeda dalam porsi tanggung jawab teknis setiap program kerja.

Di saat awal Ikatan Pilot Indonesia ini berdiri sangat jelas bagaimana pilar – pilar konsep organisasi ini harus kita bangun dan jaga bersama agar kemandirian organisasi tetap terjaga selamanya. Dengan semangat kebersamaan yang selama ini kita bangun maka tidak mustahil bila kita sebagai pilot Indonesia bisa menjadi pemimpin dunia penerbangan dalam lingkup regional maupun internasional. Komitmen dan kesungguhan dari segenap pilot Indonesia sangat dibutuhkan untuk kepentingan kita bersama dan kemajuan penerbangan Indonesia.

Bangkitlah Pilot Indonesia !