Organisasi Yang Ramping dan Efisien

Organisasi Yang Ramping dan Efisien

Di saat awal terbentuknya organisasi hal yang sering menjadi kendala adalah mengenai bentuk dari organisasi. Visi dan misi yang telah dicanangkan seringkali tidak bisa diejawantahkan dalam satu kali kepengurusan. Visi pasti akan menjangkau jauh ke depan dan tidak akan bisa tercapai dalam sekejap tetapi melalui perjalanan yang cukup panjang.

Bagaimana dengan organisasi profesi seperti yang sudah dimiliki saat ini? Sebenarnya hampir sama tetapi memang permasalahan yang dihadapi sekarang sudah cukup kompleks dan terhitung terlambat untuk memulainya. Tetapi seperti pepatah ” Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali “. Kemudian bentuk organisasi seperti apa yang diharapkan saat ini?

Tidak ada salahnya jika kembali melihat pada permasalahan yang harus cepat ditangani dibandingkan hanya dengan merefleksikan angan – angan dan ambisi dalam melihat bentuk organisasi. Tidak juga hanya mencontoh dari organisasi di luar negeri yang sudah ada tetapi juga harus lebih inovatif dan solutif karena disinilah yang akan menjadi  letak keunggulan komparatif pilot Indonesia dibanding dengan pilot asing yang saat ini juga menjadi isu utama akan keberadaan mereka di negeri ini.

Mungkin akan terkesan pragmatis jika melihat kepada masalah kontemporer saat ini, tetapi inilah fakta yang harus  dihadapi. Dalam pandangan kami beberapa masalah yang perlu penanganan secara cepat dan tidak terbatas pada :

  1. Konsolidasi organisasi secara menyeluruh.
  2. Keselamatan dan keamanan penerbangan.
  3. Membanjirnya pilot asing ke dalam maskapai penerbangan nasional.
  4. Pengangguran pilot lokal yang semakin meningkat.
  5. Kebijakan, peraturan ataupun undang – undang yang bertentangan dengan kaidah penerbangan.
  6. Hubungan profesi pilot dengan maskapai penerbangan nasional.

Dari masalah yang sedang mencuat tersebut mungkin bisa  diambil benang merahnya jika semua itu terkait dengan aspek dasar pada organisasi profesi pilot yaitu : Safety and Security, Legal, Technical and Social. Jika merujuk pada aspek tersebut maka departemen yang terbentuk akan menjadi ramping dan efisien karena dari semua departemen itu memiliki keterkaitan dan bisa saling bekerja sama. Kemudian dari tiap  departemen mempunyai komite yang terkait dengan tipe operasi yang ada saat ini.

Bentuk dasar organisasi seperti ini tidak tertutup kemungkinan untuk berubah sesuai dinamika di masa depan. Hanya perlu menambahkan departemen atau komite yang dinilai perlu untuk menjawab dinamika yang terjadi. Selain itu organisasi memerlukan juga orang – orang yang handal, berdedikasi dan memiliki integritas untuk duduk dalam organisasi. Siapa lagi kalau bukan dari semua anggota sesama profesi pilot ?

Dalam masa awal kepengurusan organisasi yang akan terbentuk ini tidak ketinggalan juga peran aktif dan kontribusi dari semua anggotanya untuk kelancaran roda organisasi dan ikut mengawasi jalannnya organisasi karena organisasi adalah milik bersama semua anggota, bukan milik pribadi ataupun golongan.

“Moving Forward”
Heri Martanto

Meningkatnya Ancaman Teror Bom

Meningkatnya Ancaman Teror Bom

Teror bom pada 14/01/2016 di Jakarta yang menelan korban jiwa sangat meresahkan masyarakat saat ini. Ternyata apa yang selama ini menjadi ancaman menjadi sebuah kenyataan dan para pelaku teror ini tidak mengenal tempat dan waktu.

Dunia penerbangan nasional selama ini pun masih rentan dengan adanya berbagai ancaman bom. Tercatat selama tahun 2015 ada 10 kasus ancaman bom terhadap penerbangan. Dari sekian banyaknya kasus itu ternyata masih banyak ditemukan jika hal itu masih berupa upaya pengancaman dengan motif yang tidak mendasar. Sebagian besar ancaman terjadi karena faktor keisengan atau faktor emosional dari pengguna jasa penerbangan.

Demikian data ancaman bom sepanjang tahun 2015 :

  1. 23 April 2015 Lion Air JT-250 rute CGK – PDG di Bandara Soekarno – Hatta, Jakarta.
  2. 29 April 2015 Batik Air ID-6870 rute CGK – PLM di Bandara Soekarno – Hatta, Jakarta.
  3. 1 Mei 2015 Lion Air JT-353 rute PDG – CGK di Bandara Minangkabau, Padang.
  4. 4 Mei 2015 Lion Air JT-973 rute BTH – KNO di Bandara Hang Nadim, Batam.
  5. 7 Mei 2015 Lion Air JT-379 rute BTH – KNO di Bandara Hang Nadim, Batam.
  6. 13 Mei 2015 Lion Air JT-330 rute CGK – PLM di Bandara Soekarno – Hatta, Jakarta.
  7. 30 September 2015 Citilink QG-143 rute KNO – CGK di Bandara Kualanamu, Medan.
  8. 26 November 2015 Batik Air ID-6179 rute AMQ – CGK di Bandara Pattimura, Ambon.
  9. 2 Desember 2015 Wings Air IW- 1504 rute AMQ – LUV di Bandara Pattimura, Ambon.
  10. 26 Desember 2015 Batik Air ID-6541 rute KOE – CGK di Bandara El Tari, Kupang.

Dari sekian banyaknya kasus ancaman bom tersebut memang tidak satupun yang menjadi kasus ledakan bom yang sebenarnya. Bagaimana kita menyikapi hal seperti ini dari sudut pandang profesi kita? Ancaman seperti ini yang terjadi dalam rentang waktu yang cukup pendek dan frekuensi yang cukup sering bisa mempengaruhi faktor psikologis manusia. Bisa saja hal ini terjadi dengan kesengajaan agar kita menjadi bosan mendengarnya dan lengah terhadap ancaman yang sebenarnya dan dijalankan dengan cara terorganisir.

Tidak tertutup kemungkinan para pelaku teror akan mencoba melakukan ancaman atau peledakan pada suatu penerbangan. Sudah semestinya ada langkah – langkah strategis dan komprehensif dari semua pihak yang berkepentingan baik dari pemerintah, operator, otoritas bandara, penegak hukum dan kita sebagai ujung tombak misi penerbangan. Semua potensi yang bisa menjadi celah dari hal yang terkecil sudah semestinya diwaspadai dan ditangani dengan baik sebelum bereskalasi menjadi hal yang jauh lebih besar. Harus dilakukan evaluasi mengenai prosedur keamanan penerbangan yang sudah ada agar bisa mencapai sesuatu yang ideal dan teraman.

Contoh kasus untuk peledakan bom nyata pada pesawat dan fasilitas lain penerbangan sudah cukup banyak, mari kita kilas balik sejenak contoh kasus-kasus peledakan bom yang terjadi di dunia penerbangan :

  • Pan Am Flight 830 11 Agustus 1982 ,Boeing 747. Bom yang meledak tersebut dipasang oleh  Mohammed Rashed yang terhubung oleh grup teroris dari Palestina.
  • Gulf Air Flight 771 23 September 1983, meledak oleh bom pada saat pendaratan menuju Abu Dhabi International Airport, bom dipasang di kompartemen bagasi.
  • Pan Am Flight 103/Lockerbie,Boeing 747. Korban jiwa 270 orang, pada 21 December 1988, pesawat hancur oleh bom PETN.
  • Metrojet Flight 9268, Korban jiwa 224 orang. Di daerah Sinai Peninsula, Mesir pada 31 Oktober 2015. Bom diklaim dilakukan oleh ISIL.

Sebagai profesi pilot sudah jelas kita harus bisa memberikan kontribusi kepada pihak berwenang untuk meningkatkan faktor keamanan penerbangan ini. Jika suatu penerbangan terancam bukan hanya pesawat atau penumpangnya saja yang terancam tetapi kita sendiri juga terancam. Dalam menjalankan tugas keseharian kita sebagai pilot dalam kerangka keamanan penerbangan ada baiknya kita melakukan hal – hal seperti :

  1. Mereview  prosedur ancaman bom, terutama strategi yang akan kita lakukan dalam keadaan darurat jika bom ditemukan di pesawat. Secara umum jika bom ditemukan di dalam pesawat langkah yang bisa kita lakukan seperti :
    • Tetap tenang dan jangan panik.
    • Koordinasi dengan pihak ATC dan operator.
    • Persiapkan proses disembarkasi yang cepat dan lancar (bila pesawat pada posisi parkiran pesawat).
    • Posisikan pesawat pada area isolasi (bila berada di taxiway).
    • Turunkan ketinggian pesawat secara perlahan untuk meminimalkan perubahan tekanan udara dan atur suhu di dalam pesawat sestabil mungkin (bila pesawat sudah mengudara).
    • Lakukan pencarian lokasi bom dan pastikan lokasi ditemukannya bom tidak bergeser atau tersentuh.
    • Matikan sumber kelistrikan di dekat area bom jika memungkinkan.Pindahkan lokasi penumpang sejauh mungkin dari posisi bom.
    • Persiapkan langkah pemindahan bom ke area Least Risk Bomb Location (umumnya di pintu kanan belakang) dan lakukan teknik untuk mengurangi efek dari ledakan jika proses pendaratan tidak bisa segera dilakukan.
    • Setelah disembarkasi selesai maka posisikan penumpang dan kru sejauh mungkin dari pesawat, paling tidak 100 meter dari pesawat.
    • Koordinasikan penanganan bom dengan pihak yang berwenang.
  2. Persiapan mental dan pikiran dalam menghadapi dan mengatasi situasi darurat dalam penerbangan. Tujuan utama dari mengatasi keadaan darurat ini adalah untuk keselamatan, keamanan dan perlindungan maksimum bagi penumpang, kru dan aset perusahaan.
  3. Meningkatkan kewaspadaan dari titik awal proses penerbangan. Lakukan pengamatan terhadap hal – hal yang bisa menjadi potensi dari lolosnya pemasukan bom ke dalam pesawat. Tingkatkan kewaspadaan pada berbagai lini yang terkait dengan operasional penerbangan.
  4. Memberikan briefing dengan penekanan pada keberhasilan proses teamwork dalam mengangani potensi masalah yang bisa mengganggu penerbangan. Lakukan review prosedur kepada seluruh kru yang bertugas akan gugus tugas masing – masing dan tekankan pentingnya CRM dalam keberhasilan misi penerbangan.
  5. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait baik dari operator, otoritas atau penegak hukum bila menemukan hal – hal yang  mencurigakan. Laporkan segala potensi yang bisa membahayakan seperti penumpukan penumpang menjelang X-ray scan, prosedur body scan, area masuk terbatas atau hal lain yang berhubungan dengan pihak di luar juridiksi kita.
  6. Tidak ketinggalan pula untuk berdoa demi keselamatan kita semua. Apapun usaha terbaik yang kita lakukan tidak terlepas dari kuasa Tuhan YME yang menentukan.

Mungkin hal – hal tersebut bisa membantu dalam kelancaran tugas penerbangan kita dalam konteks tercapainya keamanan penerbangan yang baik.

 

“Moving Forward”

Heri Martanto

Sambutan Penutup Ketua Formatur 3 Ikatan Pilot Indonesia

Sambutan Penutup Ketua Formatur 3 Ikatan Pilot Indonesia

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Tuhan YME Kongres 1 Ikatan Pilot Indonesia telah berhasil terlaksana dengan baik berkat kerja keras kita semua, anggota Ikatan Pilot Indonesia.

Dewan ketua terpilih untuk kepengurusan definitif telah terpilih Capt. Bambang A., Capt. Rama Noya dan Capt. Wiwekananda. Saya ucapkan selamat kepada para ketua terpilih. Saatnya kita mulai kembali fokus dan tetap men…dukung keberadaan organisasi kebanggaan kita ini. Tantangan ke depan masih banyak, tetaplah semangat berpartisipasi dalam mewujudkan Ikatan Pilot Indonesia yang mandiri, bermartabat, bebas dari kepentingan politis, bebas dari ekslusifitas golongan dan tentunya senantiasa profesional. Percayalah di tangan mereka semua, insya Allah semua harapan kita bersama bisa terwujud.

Bersamaan dengan terpilihnya ketua baru ini, maka masa bakti saya sebagai Ketua 3 Formatur Ikatan Pilot Indonesia pun telah berakhir. Turut pula saya menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh anggota yang telah mendukung terbentuknya organisasi ini. Dan tidak lupa pula terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh team yang terlibat dalam mendukung suksesnya acara Kongres Ikatan Pilot Indonesia yang pertama ini.

Besar harapan kita demi kejayaan profesi pilot Indonesia dan masa depan penerbangan Indonesia yang lebih baik.

“Moving Forward”
Heri Martanto

Menjelang Kongres Pertama Ikatan Pilot Indonesia

Menjelang Kongres Pertama Ikatan Pilot Indonesia

Menjelang kongres Ikatan Pilot Indonesia ini, dengan segala kerendahan hati perkenankan saya menyampaikan beberapa hal kepada rekan – rekan seprofesi sekalian.

Perjalanan kita bersama dalam naungan Ikatan Pilot Indonesia terbilang sangat singkat. Jatuh bangun usaha untuk menyatukan segenap pilot ternyata sudah membuahkan hasil. Jumlah keanggotaan yang sudah mencapai ribuan saat ini ditambah lagi dengan semangat donasi yang tinggi membuat kami cukup berbahagia. Ternyata usaha kita bersama tidak sia – sia!

Menuju kongres pertama kita inipun akan dilakukan pemilihan Dewan Ketua Ikatan Pilot Indonesia yang definitif untuk pertama kalinya. Pilihan calon sudah ditampilkan oleh pihak panitia. Sebagai salah satu calon saya sangat bersyukur karena saya dikelilingi para calon yang luar biasa dalam pandangan saya. Yakinkanlah kepada diri kita sendiri bahwa semua calon itu siap untuk mendedikasikan dirinya untuk masa depan Ikatan Pilot Indonesia.

Saatnya bagi kita semua untuk melepaskan pemikiran sektoral dan mulai menjatuhkan pilihan sesuai hati nurani. Tidak perlu lagi dukung – mendukung tetapi pilihanlah yang diperlukan. Mari kita lihat profil, visi misi dan program kerja dari para calon dan refleksikan kepada diri kita mana yang paling sesuai. Menang atau kalah bukan tujuan tetapi dukungan anda semua yang dibutuhkan oleh organisasi ini agar Ikatan Pilot Indonesia berjalan seperti yang kita harapkan bersama.

Pilihan dan kehadiran anda semua sangat diharapkan, bersama kita dukung siapapun yang terpilih untuk keberhasilan masa depan profesi pilot Indonesia. “Jayalah pilot Indonesia”.

Salam.
“Moving Forward”
Heri Martanto

Bersatu Atau Mundur !

Bersatu Atau Mundur !

Perjalanan dunia penerbangan Indonesia sampai saat ini masih cukup memprihatinkan. Mulai dari masih banyaknya kecelakaan, Undang-Undang, Peraturan maupun Keputusan yang membelenggu profesi pilot. Ditambah lagi dengan variabel tantangan global baik itu MEA, Dewan ICAO maupun membanjirnya pilot asing ke Indonesia.

Langkah apa yang harus kita perbuat untuk menjawab itu semua? Haruskah kita berdiam diri dan menunggu langkah pemerintah, analis ataupun pengamat untuk menjawab masalah itu? Tentu jawabnya tidak. Dengan profesionalisme yang kita miliki sudah semestinya kita bisa turut menjawabnya. Kemudian, apakah kita harus berjalan sendiri – sendiri? Kembali lagi jawabnya adalah tidak. Kita harus mampu bersinergi dalam satu naungan yang memiliki legitimasi.

Dengan adanya Ikatan Pilot Indonesia ini sudah tepat waktunya bagi kita bergandengan tangan dan bergerak maju. Dengan bersatunya pilot Indonesia niscaya kita akan bisa maju bersama menuju penerbangan yang kita harapkan bersama. Apabila kita tidak bisa bersatu, niscaya kemunduran yang akan kita alami.

Siapapun pasti akan bergetar bila mendengar kata “bersatunya pilot Indonesia”. Akan terbersit banyak pertanyaan, apa yang akan kita lakukan? Mampukah kita membuktikannya? Dengan segala optimisme harus saya katakan bisa! Dengan segala kemampuan kita melakukan mitigasi, analisa, membuat solusi dan rencana aksi kita pasti bisa. Kita harus bisa, jika tidak maka bersiaplah untuk menghadapi kemunduran profesi pilot itu sendiri. Mungkin harus saya katakan disini “Bersatu atau mundur!”

Mana yang anda pilih saya serahkan kembali jawabannya ke hati nurani rekan – rekan sekalian.

“Moving Forward”
Heri Martanto

Renungan Profesi Pilot Awal Tahun 2016

Renungan Profesi Pilot Awal Tahun 2016

Sepanjang tahun 2015 mungkin bisa dikatakan tahun yang kelam untuk profesi pilot. Kejadian demi kejadian berupa kecelakaan penerbangan berulang kali terjadi. Dalam catatan kami terjadi 11 peristiwa baik itu berupa insiden maupun aksiden sebagai berikut :

  1. 11/01/2015 Trigana DHC6 di Enarotali , runway excursion.
  2. 03/02/2015 Garuda ATR 72 di Bandara Lombok Praya, runway excursion, nose gear collapse.
  3. 04/03/2015 Deraya ATP di Wamena, runway excursion on landing, gear collapse, broken wing.
  4. 20/04/2015 Wings ATR 72 di Sumbawa Besar, 4.8G touchdown and go-around.
  5. 02/06/2015 Garuda B737-800 di Makassar, overrun runway on landing.
  6. 02/08/2015 Citilink A320 di Padang, runway excursion on landing.
  7. 16/08/2015 Trigana ATR 42 di Oksibil, aircraft collided with terrain.
  8. 28/08/2015 Cardig B737-300 di Wamena, main gear collapse on landing short of runway.
  9. 02/10/2015 Aviastar DHC6 dekat Makassar, aircraft collided with terrain.
  10. 06/11/2015 Batik B737-900 di Yogyakarta, overrun runway on landing.
  11. 21/12/2015 Kalstar E195 di Kupang , overrun runway on landing.

Kecelakaan penerbangan masih demikian banyak terjadi yang berhubungan dengan profesi pilot. Apa saja faktor penyebabnya? Mengapa terjadi? Siapa yang harus bertanggung jawab? Dan masih akan ada banyak pertanyaan lainnya atas hal ini.

Pasti dibutuhkan suatu langkah yang komprehensif dari semua pemangku kepentingan di bidang penerbangan nasional untuk menanggulangi dan mencegah kejadian – kejadian ini terulang kembali. Sebelum kita melangkah ke lingkup yang lebih besar ada baiknya kita sebagai seorang pilot profesional melakukan penilaian kedalam atau “self assessment” akan faktor penting yang terkadang terlupakan karena rutinitas dari pekerjaan kita ini.

Mari kita melihat kembali kepada prinsip “Airmanship” yang sering kita dengar tetapi terkadang kita lupa maksud dari kata tersebut. “Airmanship is the consistent use of good judgment and well-develop skills to accomplish flight objective”(Tony Kern, 1996). “Airmanship” akan muncul berdasar dari : “Discipline”, “Skills”, “Proficiency”, “Knowledge”, “Sittuational Awareness” dan “Judgment”. Konsekuensi dari kurangnya “Airmanship” ini bisa memunculkan insiden atau aksiden.

Airmanship ini begitu penting bagi profesi kita, mencakup dari disiplin profesi kita sampai kepada pengambilan keputusan sewaktu menjalankan tugas penerbangan. Jika salah satu aspek tidak terpenuhi maka kita belum bisa dikatakan memiliki airmanship yang baik yang pada akhirnya akan menurunkan nilai profesionalitas kita sendiri.

Di tahun 2016 yang baru tiba ini tidak ada salahnya jika masing – masing dari kita memasukkan peningkatan airmanship ini dalam resolusi tahunan kita demi keselamatan penerbangan dan profesionalisme yang lebih baik sebagai seorang pilot bagi kita semua.

“Moving Forward”
Heri Martanto

Saya, Anda, Kami, Kita Adalah Penting Untuk Profesi Pilot

Saya, Anda, Kami, Kita Adalah Penting Untuk Profesi Pilot

Pernahkah kita menyadari arti penting seorang pilot? Siapa sih pilot itu? Apa sih pilot itu? Dan masih akan banyak pertanyaan lainnya seputar pilot. Sejak awal pelatihan kita menjadi pilot masih ingatkah kita jika kita ditanamkan prinsip “kemandirian” secara terus menerus? Kita harus mampu menangani semua permasalahan operasional secara mandiri, secara individu tanpa ada ketergantungan.

Sesuai berjalannya waktu kemudian kita berkembang menjadi seorang pilot professional di berbagai jenis operasi penerbangan. Setiap dari kita pasti setuju bahwa seorang professional itu pasti akan loyal. Karena berbeda antara professional dan loyalis, seorang professional pasti akan loyal karena kemampuan dan integritasnya sementara seorang loyalis belum tentu dia professional karena dia harus loyal hanya untuk kelangsungan profesinya.

Sering diantara kita berkata jika pilot harus loyal kepada profesinya. Kemudian apa bentuk dari loyalitas kita terhadap profesi pilot ini? Apakah hanya dengan bekerja sesuai dengan SOP saja sudah cukup menjadikan kita professional? Ternyata tidak. Jika kita hanya berbuat seperti itu maka yang terjadi adalah kita tidak akan menjadi sesuatu yang berharga bagi masyarakat di sekitar kita. Ternyata ada hal lain yang harus kita perdalam dari profesi ini. Selama ini kita hanya tersenyum kecut jika banyak orang memandang kita hanya sebagai supir pesawat tanpa kita mampu menunjukkan jati diri profesi kita. Semua kompleksitas di profesi kita tidak akan dipahami oleh masyarakat umum sebagai sesuatu yang berharga karena kita belum mampu mempromosikan betapa berharganya profesi ini.

Masa depan kita semua berada di tangan kita semua. Jika berharap akan perbaikan maka perbaikan ini harus dimulai dari diri kita masing – masing, kemudian dari setiap individu disinergikan menjadi suatu kekuatan yang besar yang dapat melakukan perubahan untuk kita semua kearah yang lebih baik. Tanpa sinergi yang baik maka harapan kita akan menjadi sia – sia.

Hanya dengan sinergi kita bisa maju bersama dengan mengesampingkan batasan jabatan, pangkat, lintas perusahaan dan lintas negara. Sinergi ini yang kita butuhkan pada saat ini demi terbukanya jalan menuju penerbangan Indonesia yang lebih baik dan maju. Bukan karena saya atau anda atau kami atau kalian tetapi karena kita semua maka kita akan bisa menggapainya. Oleh karena itu ternyata “SAYA, ANDA, KAMI, KITA ADALAH PENTING UNTUK PROFESI PILOT”.

Mari kita semua bersatu padu memberikan kontribusi, karya dan sumbangsih kita sesuai kemampuan terbaik kita masing – masing untuk kemajuan profesi ini dimulai dari sekarang.

“Moving Forward”
Heri Martanto

Himbauan Ketua Formatur “Say No To Drugs”

Himbauan Ketua Formatur “Say No To Drugs”

Ikatan Pilot Indonesia

Menyikapi berita yang berkembang akhir – akhir ini dengan masih ditemukannya pilot yang mengkonsumsi psikotropika kami dari Ikatan Pilot Indonesia perlu menyampaikan kepada rekan – rekan seprofesi hal – hal berikut ini:

  1. Dalam CASR Part 91 telah diatur bahwa :
    1. 91.17 Alcohol Or Drugs
      (a) No person may act or attempt to act as a crewmember of a civil aircraft :
      (1) Within 8 hours after consuming alcohol;
      (2) While under the influence of alcohol;
      (3) While using any drug that affects the person’s faculties in any way                        contrary to safety; or
      (4) While having 0.04 percent by weight or more alcohol in the blood.
    2. 91.19 Carriage Of Narcotic Drugs, Marihuana, And Depressant Or Stimulant Drugs Or Substances
      • (a) Except as provided in Paragraph (b) of this section, no person may operate a civil aircraft within Indonesia with knowledge that narcotic drugs, marihuana, and depressant or stimulant drugs or substances as defined by law are carried in the aircraft.
      • (b) Paragraph (a) of this section does not apply to any carriage of narcotic drugs, marihuana, and depressant or stimulant drugs or substances authorized by law or a national agency.
  2. Ikatan Pilot Indonesia menghimbau kepada semua rekan seprofesi untuk mewaspadai dan menghindari penggunaan segala jenis psikotropika yang akan membahayakan keselamatan penerbangan baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang.

“However, some drugs have the potential to significantly impair the user’s level of alertness, judgment, reaction time, or behavior, leading to transportation accidents (Avalos and others 2014; Roth and others 2014; Li, Brady, and Chen 2013)”.

Mari kita secara bersama – sama berpartisipasi secara aktif mengembangkan profesi kita yang terbebas dari psikotropika menuju masa depan penerbangan Indonesia yang lebih baik.

“SAY NO TO DRUGS”

“Moving Forward”
Ikatan Pilot Indonesia

Himbauan Ketua Formatur Terkait Kecelakaan Kalstar Aviation

Himbauan Ketua Formatur Terkait Kecelakaan Kalstar Aviation

Ikatan Pilot Indonesia

Sehubungan dengan kejadian pesawat Kalstar Aviation, Embraer ERJ-195, PK-KDC, Nomor Penerbangan KD-676, Rute Ende (ENE) -Kupang (KOE) yang terjadi pada hari Senin, 21 Desember 2015 di Bandara El-Tari Kupang, maka dengan ini Ikatan Pilot Indonesia menyampaikan hal – hal berikut:

  1. Rasa keprihatinan yang mendalam atas terjadinya kejadian ini.
  2. Memberikan dukungan moril bagi crew aktif dan penumpang beserta keluarganya.
  3. Menghimbau kepada seluruh rekan seprofesi pilot Indonesia untuk dapat mempercayakan sepenuhnya dan mendukung bahwa proses investigasi dilakukan secara maksimal oleh pihak KNKT.
  4. Menghimbau kepada seluruh rekan seprofesi pilot Indonesia untuk meningkatkan semua aspek “safety awareness” dan “safety alertness” dalam menjalankan tugas sebagai pilot profesional.
  5. Ikatan Pilot Indonesia berkomitmen untuk berperan serta secara aktif dalam perbaikan dunia penerbangan Indonesia.

Safe Flight

“Moving Forward”
Ikatan Pilot Indonesia

Perjuangan Untuk Profesi Pilot

Perjuangan Untuk Profesi Pilot

Sejarah mencatat jika perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan telah menelan korban ribuan jiwa dan tidak sedikit harta benda yang harus dikorbankan. Dalam menggapai kejayaan bangsa ini pun tidak sedikit pula darah, keringat dan harta benda yang dipertaruhkan untuk mencapainya. Para pejuang bangsa tidak pernah mempertanyakan apa keuntungan yang didapat nantinya karena mereka tahu adalah suatu kewajiban membela bangsa dan negaranya.

Bercermin kepada dunia profesi kita saat ini kita harus melihat kebelakang lagi sewaktu kejayaan penerbangan Indonesia pernah terjadi. Indonesia telah menjadi pusat dari penerbangan regional di era 1960 – 1980 an dengan STPI Curug sebagai acuan sekolah penerbangan regional kemudian diikuti Garuda Indonesia sebagai the biggest airline in southern hemisphere.

Perkembangan perekonomian yang pesat berdampak baik dan sekaligus buruk dalam beberapa aspek. Salah satu dampak buruknya adalah berkurangnya kepedulian pilot terhadap profesinya sehingga saat ini kondisi kita sudah terpuruk termakan perkembangan zaman.

Jujur atau tidak banyak diantara kita sesama pilot yang sudah berada di zona nyaman hanya berusaha mempertahankan zona itu tanpa peduli lagi dengan nasib rekan seprofesinya ( bahasa zaman sekarang : “Derita Loe”), akan tetapi di saat dirinya tertimpa musibah kemudian akan menyalahkan jika tidak ada pembelaan terhadap profesinya. Ingatlah bahwa derita rekan seprofesi kita adalah kesalahan kita juga yang membiarkan hal ini terjadi. Apakah kemudian egoisme ini harus terus berlanjut? Kita bisa menjawab dengan berkaca ke diri kita masing masing. Maka dari itu marilah mulai hari ini juga kita bangkitkan semangat kebersamaan dan solidaritas sesama pilot Indonesia dimanapun berada.

Keterpurukan ini jangan terus dibiarkan. Singkirkan semua egoisme, prasangka, hujatan maupun hinaan kepada semua pihak yang terkait penerbangan karena ini adalah akibat dari kesalahan kita sendiri yang tidak peduli akan masa depan profesinya!

Demikian pula perjuangan organisasi Ikatan Pilot Indonesia yang masih baru menetas ini. Akan banyak pastinya pengorbanan yang diperlukan untuk keberhasilan ke depannya. Tidak pada tempatnya bagi kita untuk saat ini mempertanyakan apa untung ruginya dengan organisasi ini karena ini bukanlah badan usaha. Bercerminlah dengan seragam anda dan tanyakan ke diri anda sendiri “apa yang sudah saya lakukan untuk kebaikan profesi ini?”

Untuk itulah rekan – rekan seprofesi janganlah kita berhenti berjuang untuk masa depan profesi kita sendiri. Semua harus dimulai saat ini sebelum keterpurukan semakin menjadi – jadi. Berikanlah kontribusi sebesar – besarnya sesuai kemampuan kita masing – masing untuk kejayaan profesi dan penerbangan Indonesia.

“Moving Forward”
Heri Martanto